YERUSALEM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu angkat bicara terkait kabar yang beredar mengenai dugaan permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Israel membatasi serangan militernya ke Lebanon.
Rumor tersebut mencuat di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap situasi keamanan di kawasan perbatasan Israel-Lebanon. Spekulasi berkembang bahwa Washington mendorong langkah yang lebih terkendali guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Baca Juga: Lewat Adu Penalti Dramatis, Mesir Singkirkan Australia dan Cetak Sejarah ke 16 Besar↗
Menanggapi isu tersebut, Netanyahu menegaskan bahwa Israel menghargai hubungan strategis dengan Amerika Serikat, termasuk koordinasi yang terus terjalin dalam berbagai isu keamanan. Namun, ia menekankan bahwa setiap keputusan terkait operasi militer akan ditentukan berdasarkan kebutuhan dan pertimbangan keamanan nasional Israel.
Menurut Netanyahu, pemerintah Israel memiliki tanggung jawab untuk melindungi warganya dari berbagai ancaman keamanan. Karena itu, kebijakan pertahanan akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan dan hasil evaluasi aparat keamanan.
Baca Juga: Viral! Tapir Dilindungi Disembelih Warga di Mesuji, Empat Pelaku Berhasil Ditangkap↗
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap dinamika hubungan Amerika Serikat dan Israel, khususnya dalam merespons perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang menunjukkan adanya kebijakan baru dari Washington yang secara khusus membatasi operasi militer Israel di Lebanon.
source: Beredar Rumor Trump Batasi Serangan Israel di Lebanon, Ini Kata Netanyahu↗

